Puasa Ramadhan

Hal-hal yang berkaitan dengan Bulan Puasa (Ramadhan)

Syarat-Syarat Sah Puasa

  • Islam

  • Tamyiz

  • Suci dari haid dan Nifas

  • Niat

  • Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa

  • Masuk waktu

Yang Membatalkan Puasa

  • Masuknya sesuatu benda kedalam rongga terbuka

  • Muntah dengan sengaja

  • Jima dengan sengaja

  • Sengaja mengeluarkan mani dengan jalan istimna

  • Gila

  • Ayan satu hari penuh

  • Berbuka sebelum yakin masuk waktu

  • Murtad

  • Datang haid dan nifas

  • Wiladah

Yang Tidak Membatalkan Puasa

  • Makan, Minum, Jima dengan Lupa

  • Makan, Minum, jima dengan paksaan

  • Mengeluarkan mani dengan paksaan

  • Masuk abu, debu, lalat kedalam rongga

  • Menelan ludah yang bersih

Yang sunah di dalam ibadah puasa

  • Berbuka dengan kurma jika tiada maka dengan sesuatu yang manis

  • Banyak bersedekah

  • Banyak beribadah

  • Banyak membaca Alquran

  • Mandi Junub sebelum Fajar

  • Menta’hirkan Makan sahur

Yang haram di dalam ibadah Puasa

  • Mengucap dengan bergerak sahwat

  • Berpelukan dengan bergerak sahwat

Lima perkara yang membatalkan pahala Puasa

  1. Membuka rahasia orang lain, menggunjing, Ghibah

  2. Namimah

  3. Sumpah palsu

  4. Memandang dengan sahwat

  5. Berdusta

*Lain-Lain :*

1. Orang tua /Sakit

Orang tua yang betul-betul tidak mampu berpuasa/ yang telah lanjut usianya/ sakit yang tiada diharapkan                        sembuhnya, apabila mereka tidak
berpuasa maka wajib atas mereka mengeluarkan setiap hari 1 mud dari makanan yang biasa kita makan.
dan tidak wajib mengqodonya
2. Orang Hamil/Menyusui
Wanita Hamil/Menyusui anak, apabila tidak berpuasa karena takut binasa dirinya, maka wajib Menqodonya.
dan tidak wajib mengeluarkan Mud.
Kecuali tidak berpuasa itu karena takut binasa anaknya maka wajib wanita tersebut membayar Mud(Fidyah) dan Qodo atas puasanya
3. Orang yang sakit ringan
Orang yang sakit ringan tidak di izinkan berbuka puasa, kecuali dengan berpuasa sakitnya bertambah parah maka
boleh berbuka, dan wajib meng Qodonya.
4. Apabila seorang berbuka puasa karena ada udzur, kemudian meninggal sebelum sembuh, maka tidak wajib men qodo  dan tidak membayar mud
5. Barang siapa di berjima di waktu berpuasa, maka wajib atasnya membayar kifarat Uzma ( Kifarat yang besar ) yaitu :   memerdekakan budak yang
mukmin, dan tanpa ada cedera sedikitpun.. bila tida ada budak maka
berpuasa 2 bulan berturut-turut.bila tidak kuasa juga maka memberi makan 60 orang miskin tiap2 orang 1 mud, dari kebiasaan makanan negeri tersebut.

Ringkasan kitab Mutiara Ramadhan(KH. Abdurahman Nawi)

3 tanggapan untuk posting ini.

  1. Posted by Abu yazid on Agustus 12, 2009 at 4:11 am

    wach itu mah mmng cocok sekali, dach ada koq ajaran nya di kitab2.
    makanya qt berpuasa wajib, nah qt jaga deh yg kaya begitu , insya allah puasa kita selamat dari gangguan2 syetan. ,, & puasa kita full 100 %.

    Balas

  2. Posted by Abuy on Agustus 19, 2009 at 2:21 am

    PERUT DAN DI BAWAH PERUT
    ssalamu’alaikum Wr Wb

    Bukankah makan minum dan hubungan seks suami isteri itu halal? Lalu mengapa saat berpuasa kita harus mengendalikannya. Secuil rahasia terbaca di antaranya.

    Pertama : Halal saja orang mukmin itu mampu mengendalikannya apalagi yang haram. Alangkah pakemnya rem iman orang mukmin itu dan ini modal besar menghadapi kehidupan serba serbi maksiat, “jangankan yang halal yang haram pun susah”.

    Kedua : Justru halal harus dikendalikan kalau tidak terkendali maka mubazir – isroof, dan itu sifat-sikap setan yang dibenci oleh Allah.( 17 : 27) Ditengah masyarakat yang konsumtif, “To have more to use more”, Islam mengajarkan, “ What i� need not i want”, itulah kesederhanaan.

    Ketiga: Di sinilah keagungan ajaran Allah, dengan menahan makan minum terasa lezatnya makan minum, betapa banyak orang yang sakit tidak bisa makan minum atau orang yang memang susah tidak bisa makan minum karena miskin. Allah ingin mendidik kita menjadi hambaNya yang pandai bersyukur, apalagi Allah mengajarkan pengendalian seks kecuali kepada yang dihalalkan. Pemuda –pemudi yang mampu menahan syahwatnya dan berhasil tidak menjamah yang bukan mahramnya bukan saja membuat dahsyatnya dan sakralnya sebuah pernikahan tetapi bahkan meraih kepuasan spiritual dan kelezatan biologis walaupun ini sangat langka. Ternyata puasa itu sehat, halal itu nikmat, isteri kita itu pun menjadi bidadari, Subhanallah.

    Keempat: Makan minum adalah perut dan seks adalah dibawah perut, yang sekarang menjadi� ‘agama baru’ yaitu materialisme dan hedonisme dan inilah yang merusak tatanan desa dunia ini dan negeri inipun ambruk karena korupsi dan seks, broken home, hatta juru dakwah pun tanpa malu menyebut tarif ngamennya. Rasul pun ditanya tentang apa yang paling banyak menyebabkan manusia masuk surga dan ke neraka? Jawaban Beliau ringkas :”mulut dan kemaluan” -al fammu wal farju, siapa yang mampu menjaga mulut dan kemaluannya surgalah baginya, kalau tidak nerakalah untuknya. Maaf, jangan alergi bicara surga neraka karena pada akhirnya satu diantara dua itulah tempat kembali kita.�

    Kelima : Allah tidak berhajat sedikit pun pada makhlukNya Almustagna ‘an‘ibaadihi maka segala perintah dan larangan Allah untuk kemaslahatan makhlukNya. Allah tidak makan tidak minum, malah Allah memberi makan minum, ( 6 – 14 ) dan Allah tidak memiliki pasangan, ( 6:101 ) karena itulah Allah mengajarkan kita untuk berakhlak sebagaimana akhlaknya Allah, Takhallaqu biakhlaaqilllah demikian pinta Allah dalam hadits Qutsi. Cinta, kasih sayang, menolong, senang memberi,� berjuang bahkan berkorban dan ini pula sifat Malaikat-malaikat Allah yang didesaign oleh Allah tanpa nafsu, tidak heran makhluk yang mulia itu terkagum-kagum kepada orang mukmin yang berpuasa,” punya nafsu kok bisa tahan”.

    Keenam : Terjadilah revitalisasi rohani, pengimanan nafsu, nafsu-jasmani yang liar ditundukkan oleh iman-rohani, lahirlah akhlak yang mulia, ikhlas, sabar, syukur, rendah hati, jujur dan sebagainya.

    Ketujuh : Kalau target hidup ini hanya makan-minum dan seks itu adalah target hewan. “Dan Kami hendak memuliakan manusia pada derajat yang mulia (dengan Alqur’an dan Sunnah) tetapi dia lebih mencintai dunia dan memperturutkan hawa nafsunya maka perumpamaan mereka bagaikan anjing..( 7 : 176 ). Satelit intelijen Amerika belajar kepada burung hud-hud Nabi Sulaiman, para hewan mengajarkan sains dan teknologi kepada manusia tetapi juga sifat-sifat hewan yang harus menjadi pelajaran.

    Kedelapan :� Karena itulah Allah melarang puasa wishol, puasa tanpa putus, misalnya tanpa buka seminggu atau puasa setiap hari. Dari pengalaman puasa selama Ramadan sangat efektif mencetak pribadi yang terbiasa taat. Toh juga tidak selamanya berpuasa, bukankah ada saatnya berbuka? Bukankah ada saatnya Idul Fitri? Bukankah ada saatnya kita menghadap Allah? Bukankah suasana itu sangat membahagiakan?. Kalau begitu, apa susahnya taat dan sabar sebentar di dunia yang sebentar ini, jangan karena enak sesaat kita menderita berkepanjangan, justru olah lah hidup yang sesaat ini untuk berarti hidup panjang hari tanpa akhir. Subhanallah terima kasih ya Allah Kau ajarkan kami berpuasa agar kami bahagia. Selamat menikmati puasa saudaraku.���

    Wassalamu’alaikum Wr Wb

    Balas

  3. Posted by sol4h on Agustus 19, 2009 at 5:00 am

    Jazakumulloh. Terima kasih atas tambahan ilmunya,
    semoga abank diberi kesehatan dalam menjalankan ibadah puasa yang kita nanti
    amin

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.